Hasil Copa America, Kolombia Raih Posisi Ketiga

Timnas Kolombia yang berhasil menang 1-0 atas tuan rumah Amerika Serikat pada pertandingan perebutan posisi ketiga Copa America Centenario 2016 di Stadion Universitas Phoenix, Sabtu 25/Juni/2016 – Minggu pagi WIB.

Gol yang tercipta pada menit ke-31 yang di cetak oleh Carlos Bacca. Saat menerima umpan sundulan dari Santiago Arias, striker asal AC Milan itu berhasil lolos dari penjagaan pemain lawan lalu melepaskan bola ke gawang Tim Howard.

Pertandingan antara kedua tim berlangsung dramastis. Amerika Serikat memang kalah dalam penguasaan bola dengan 49%, Namun unggul dalam menciptakan peluang yaitu 10 berbanding 9. Tetapi Kolombia bisa memaksimalkan salah satu peluang yang didapat. 

Pertandingan ini juga diwarnai dengan pemberian kartu merah kepada masing-masing tim pada pengujung laga. Santiago Arias di keluarkan oleh wasit seusai melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua.

Sementara dari kubu Amerika Serikat, Michael Orozco mendapatkan hal serupa karena tindakannya yang kasar. Pemberian kartu merah ini menjadi pengujung drama perebutan posisi  ketiga Copa America 2016.

Timnas dari Negri Paman Sam gagal membalas kekalahan 0-2 dalam laga fase grup Copa America Centenario 2016. Kolombia pun berhak meraih posisi ketiga seusai kemenangan dengan score 1-0 atas Amerika Serikat.

Bagi timnas Amerika, kegagalan ini menjadi mengulang kisah 21 tahun lalu. Ketika itu, Amerika Serikat menuai kekalahan 1-4 dari Kolombia pada perebutan tempat ketiga Copa America 1995.

 

Lionel Messi Dapat Ancaman Pembunuhan dari Rekan Timnas

Ada yang berbeda dari Lionel Messi sejak tampil di kompetisi Copa America Centenario 2016. Wajah Lionel Messi yang bisanya terlihat bersih, kini ditumbuhi oleh berewok. Messi mengaku sengaja untu memelihara berewoknya tersebut. Dia tidak pernah bercukur sejak hari pertama Kompetisi sepak bola terbesar di benua Amerika tersebut.

Tapi ada asalan yang kuat di balik keputusan Messi untuk memelihara berewok itu. Rupanya dia telah mendapat ancaman akan dibunuh oleh rekan-rekannya di Timnas Argentina.

Para rekan timnas Argentina menganggap berewok Messi tersebut bertuah dan juga membawa keberuntungan. Kebetulan, kiprah timnas Argentina sampai saat ini tergolong bagus. Mereka melaju hingga sampai ke perempat final tanpa menghadapi kendala sama sekali.

‘‘ Jika saya mencukur berewok ini, rekan-rekan saya bakalan membunuh saya. Mereka percaya ini memiliki tuah sehingga kami bisa melewati nasib buruk dan memenangkan trofi,’’ ungkap Lionel Messi.

‘‘ Karena itu saya jadi enggan untuk bercukur. Lagipula teman-teman tidak akan mengizinkan,’’ lanjutnya dikutip media Dream Team FC.

Sudah Lebih dari dua dekade ini Argentina sukses meraih kememang tanpa mengalami kekalahan. Mereka yang selalu gagal mendapat trofi pada kompetisi tersebut. Padahal sempat melangkah ke final pada Piala Dunia pada tahun 2014 dan Copa America Centenario tahun 2015.

Suarez Alami Nasib Buruk di Amerika

Luis Suarez mengalami dua nasib berbeda sepanjang 2016. Suarez meraih  kesuksesan besar bersama Barcelona, tapi mengalami hal tragis ketika membela Uruguay.

Suarez yang tampil fenomenal selama mengenakan seragam Barcelona pada musim 2015 – 2016. Pemain  berusia 29 tahun itu kian sukses menjuarai Liga Spanyol dan Copa del Rey. Dan dia menjadi pemain tersubur di Negeri Matador karena telah mengoleksi 40 gol. Dengan torehan itu, dia juga dapat dipastikan dapat merebut Sepatu Emas Eropa.

Pencapaian itu membuat Luis Suarez sempat diprediksikan akan menjadi pahlawan Uruguay di ajang Copa America Centenario 2016. Mantan pemain Liverpool itu diyakini akan mencetak banyak gol dan membantu La Celeste berjaya pada kompetisi Amerika Serikat (AS) tersebut.

Namun, kenyataannya jauh berbeda. Akibat cedera hamstring kaki kanan yang dialaminya ketika berhadapan dengan Sevilla saat final Copa del Rey, pada 22 Mei 2016 lalu, membuat Luis Suarez mengalami kenangan menyakitkan.

Meski masih menjalani masa pemulihan, Luis Suarez tetap dibawa pelatih Oscar Tabarez. Pasalnya, dia diyakini bisa tampil di babak akhir. Namun, itu tidak terjadi. Karena Suarez tidak sempat merumput lantaran Uruguay harus angkat kaki lebih cepat.

Uruguay gagal melewati babak penyisihan Grup C karena terdampar di posisi tiga. Uruguay yang pernah merasakan Empat kali jawara Copa America itu harus tersisih lantaran menelan dua kekalahan. Saat mereka dikalahkan oleh  Meksiko dengan score 1-3 dan Venezuela  dengan score 0-1. kemudian, kemenangan 3-0 atas Jamaica pada partai penutup hanya jadi penghibur.

Ironisnya, selama penyisihan Grup C, Suarez belum pernah bermain sama sekali. Padahal, kondisinya sudah bugar dan berharap dapat hadir di perempat final. Namun, impian itu harus pupus. Alhasil, Suarez batal meraih sukses ganda pada tahun ini.