Nasib Joe Hart sama seperti Casillas

Agen Taruhan Bola Online – Rumor Claudio Bravo bergabung dgn Manchester City kian terdengar di Inggris & Spanyol. Bahkan, fasilitas ke-2 negera tersebut ramai memberitakan telah tercapai kesepakatan verbal antara City & penjaga gawang Cile berumur 33 thn tersebut.

Harian Mundo Deportivo yg bermarkas di Bacelona mengutip satu buah sumber yg amat dekat dgn Claudio Bravo menyampaikan kesepakatan itu ‘hampir tuntas’, sedangkan Manchester Evening News mengabarkan City dalam negosiasi lanjutan buat memboyong Bravo ke Etihad Stadium.

Harian olahraga Sport yg pula berbasis di Barcelona menyatakan City sudah menyetujui persyaratan dgn Claudio Bravo, yg siap buat laksanakan perjalanan ke Manchester utk menjalani tes kesehatan di Stadion Etihad dalam sekian banyak jam akan datang.

Dulu, apa arti langkah ini bagi Joe Hart? Menurut Daily Mirror, penjaga gawang Inggris nomer 1 itu dipersilakan bertolak jikalau kesepakatan resmi berlangsung. Bravo diplot menukar Joe Hart yg tak mendapat lokasi dalam skuat City di bawah tips Pelatih Pep Guardiola. Joe Hart dibangkucadangkan terhadap laga pembuka Liga Primer Inggris 2016/2017, diwaktu City menang 2-1 atas Sunderland di Etihad Stadium, Sabtu (13/8/2016).

Agen Taruhan Bola Online – Menurut Mirror, ada dua club yg tertarik merekrut Hart, merupakan Everton yg siap menjadikan penjaga gawang berumur 29 thn itu yang merupakan penjaga gawang mutlak, & club Spanyol pemenang Liga Europa 2015/2016, Sevilla.

Jikalau Hart menjadi hengkang dari Etihad Stadium, langkah itu mengingatkan kepada nasib penjaga gawang legendaris Real Madrid Iker Casillas yg paksa mencari club lain oleh pejabat Madrid, & bergabung bersama FC Porto. Joe Hart turut menolong City memperoleh trofi Liga Primer 2011/12 & 2013/14, Piala FA 2010/11, & Piala Liga 2013/14, 2015/16.

Casillas Merasa Dipermainkan Real Madrid

Nasib apes yang dialami oleh Iker Casillas yang dibuang dari Real Madrid, klub yang telah ia bela sejak usia belia pada 2015. Seperti yang di ungkapkan Casillas, dirinya telah memutuskan untuk angkat kaki karena ia sudah tidak ingin dipermainkan di Madrid.

Tidak dimungkiri, penampilan Iker Casillas pada saat itu memang sedang anjlok. Bahkan ia juga menjadi sasaran kritik keras dari para fans saat penampilannya sangat buruk bersama Timnas Spanyol pada ajang Piala Dunia 2014.

Selama berkariernya bersama Los Blancos dari tahun 1999 hingga tahun 2015, Iker Casillas sudah mengoleksi 510 caps. Setelah di lepas oleh Madrid, setelah itu ia bergabung dengan klub FC Porto asal Portugal.
‘Saya harus memutuskan antara bertahan atau jadi boneka mainan yang dapat dimainkan oleh banyak orang.’ Ungkap Iker Casillas dikutip dari media Spanyol Marca, Senin, 9/May/2016.

‘Saya coba untuk melihat kondisi yang ada pada Real Madrid setiap hari. Dan jika saya melihat lebih kearah diri saya, saya bisa menjadi bahan lelucon mereka setiap hari, terutama pada musim akhir saya,” tegasnya.

Iker Casillas juga mengungkapkan salah satu masa kelamnya saat memperkuat Real Madrid. Penjaga gawang yang kini bermain untuk FC Porto tersebut juga mengaku memiliki hubungan yang tidak begitu baik dengan Jose Mourinho.
Jose Mourinho dan juga Casillas memang tidak pernah bekerjasama sebelumnya di Real Madrid yakni pada 2010 hingga priode 2013. Pada saat itu Casillas memang masih jadi salah satu pemain utama yang memperkuat pertahanan Madrid, Namun hubungan yang tidak harmonis dengan Jose Mourinho diakui tidak membuatnya nyaman.

‘Hubungan buruk saya atas Mourinho itu membuat orang-orang terpecah belah,’ Ungkap Iker Casillas seperti dikutip yang dari media Spanyol Marca.
‘Hal itu juga sangat membuat saya tidak nyaman sebab di ruang ganti ada dua orang yang memiliki hubungan yang tidak baik,’ tambahnya.